Khas Hari Kemerdekaan, Begini Filosofi Nasi Tumpeng

Khas Hari Kemerdekaan, Begini Filosofi Nasi Tumpeng

Rupanya, nasi tumpeng merupakan salah satu menu khas Hari Kemerdekaan Indonesia, loh!

Biasanya, di Hari Kemerdekaan, nasi di nasi tumpeng tidak seluruh berwarna putih atau kuning. Untuk menyatakan warna perayaan kemerdekaan, nasi tumpeng diwarnai menjadi merah dan putih.

Namun, mengapa nasi tumpeng adalah menu yang dipilih untuk merayakan hari besar nasional ini?

Sebelum dijadikan makanan khas perayaan, nasi tumpeng adalah kuliner penghormatan manusia untuk dewa, loh!

Sebelum awal th. 300-an Masehi, penduduk tempat Jawa dan sekitarnya memicu nasi tumpeng sebagai persembahan ke gunung-gunung. Isinya bervariasi dan menarik. Sajiannya dibuat untuk menjunjung leluhur yang dipercaya menempati gunung-gunung.

 

Saat akhirnya agama Hindu masuk ke Indonesia, bentuk nasi tumpeng pun beralih menjadi kerucut. Bentuk ini memiliki arti puncak Gunung Mahameru Pesan Nasi Tumpeng di Cawang  .

Setelah masuk agama Islam ke Indonesia, filosofi persembahan untuk dewa pun dihapuskan. Namun, Islam pun mengedepankan rancangan ketuhanan di puncak kerucut nasi tumpeng.

Dalam penduduk Jawa, kata “tumpeng” rupanya adalah singkatan dari “yen metu harus mempeng” atau “ketika terlihat harus serius semangat”.

Filosofi yang mengimplikasikan manusia-manusia pas lahir harus hidup bersama motivasi itu agaknya sesuai untuk perayaan Hari Kemerdekaan.

Dalam nasi tumpeng Jawa, nasi kerucut diletakkan di atas daun pisang dan dikelilingi 6 lauk pauk. Total sajian yang tersedia di atas daun pisang adalah 7, yang berarti angka pemberian di Bahasa Jawa.

Lantas, apa saja filosofi 7 lauk pauk tersebut?

1. Nasi kerucut

Nasi kerucut melambangkan kewajiban kami memakan suatu hal yang bersih juga halal sebab kewajiban kami pada Tuhan.

2. Ayam

Rupanya, ayam dipilih bukan sebab konotasi bagusnya, melainkan konotasi buruknya. Diharapkan bersama memakan ayam, kami mampu jauhi pembawaan ayam yang berisik dan sombong.

3. Ikan

Dalam nasi tumpeng asli Jawa, ikan yang dipakai adalah ikan lele. Ikan lele sendiri merepresentasikan keuletan, mengingat ikan lele tidak hidup air air mengalir di dasar sungai.

4. Teri

Ikan teri yang tetap hidup bergerombol merepresentasikan harapan pemakan nasi tumpeng untuk mampu hidup rukun bersama sesama. Makna yang menarik untuk dirayakan pada Hari Kemerdekaan.

5. Telur

Secara umum, telur merepresentasikan manusia seluruh berkedudukan sama. Namun, telur rebus memiliki filosofi berbeda.

Mengingat telur rebus harus dikupas sebelum akan dimakan, maka hal ini merepresentasikan perencanaan, pengerjaan, dan evaluasi yang masak dalam jalankan sesuatu.

6. Sayur urab

Sayur urab merupakan campuran dari beragam sayuran. Setiap sayur pun memiliki maknanya masing-masing.

Sayur kangkung memiliki arti melindungi. Kacang panjang memiliki arti berpikiran jauh ke depan. Taoge memiliki arti dan harapan untuk terus tumbuh bersama sehat. Bayam memiliki harapan supaya kami hidup tenteram.

Biasanya, tiap-tiap budaya memiliki versi nasi tumpengnya sendiri. Bahkan, tiap-tiap orang memiliki preferensi tersendiri bakal sayur urab nasi tumpengnya. Apapun itu, sayur urab lebih baik tidak dilewatkan sebab nilai kesehatannya yang tinggi.

7. Cabe merah

Ini pun lauk yang sifatnya opsional. Apabila pembuat nasi tumpeng tidak suka pedas, biasanya cabe merah cuma digunakan untuk hiasan.

Warnanya yang terang bukan cuma menambah warna, melainkan juga merepresentasikan penerangan supaya hidup kami lancar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *