Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Mendaftarkan Bisnis di Indonesia 2021

Inilah semua yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis di Indonesia.

Indonesia, kepulauan khatulistiwa yang membentang lebih dari 17.000 pulau, memiliki salah satu peluang terbaik untuk memulai bisnis dan mengembangkannya. Di sini, Anda akan bertemu lebih dari 264 juta orang, memberi Anda pasar terbesar di Asia Tenggara. Mengikuti omnibus law, pemerintah Indonesia telah secara signifikan mengurangi birokrasi yang dibutuhkan untuk mendirikan bisnis Anda.

Dengan mendaftarkan bisnis Anda di Indonesia, Anda kemudian dapat membuka rekening bank lokal, mempekerjakan karyawan lokal dan asing, mengeluarkan izin kerja, dan mendapatkan ruang fisik di gedung perkantoran terdaftar. Tergantung pada jenis badan usaha yang ingin Anda dirikan, memiliki profesional di lapangan untuk membantu Anda melalui proses akan membuat proses lebih mudah.

Pada artikel ini, PT. Bandung akan membahas cara mendaftarkan perusahaan Anda di Indonesia untuk orang asing pada tahun 2021.

Ringkasan singkat jenis badan usaha

Ada beberapa jenis badan usaha di Indonesia, yang dapat dikategorikan menjadi dua judul utama – perusahaan milik swasta dan perusahaan milik negara.

Sebagian besar bisnis asing yang masuk ke pasar Indonesia akan dikategorikan sebagai perusahaan milik swasta. Mereka kemudian harus terdaftar sebagai Perseroan Terbatas Asing ( Perseroan Terbatas Penanaman Modal Asing – PT PMA) untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan komersial.

Bagaimana cara mendirikan perusahaan asing (PT PMA)?

Perusahaan penanaman modal asing, atau PT PMA dalam Bahasa Indonesia, adalah cara standar bagi investor asing untuk menjalankan perusahaan di Indonesia. Anda perlu mendaftarkan perusahaan Anda sebagai PT PMA pada jumlah pemegang saham asing berapa pun, bahkan 1 persen.

Pendaftaran bisnis dan penggabungan perusahaan Anda mungkin tampak rumit, tetapi mudah untuk menangani berbagai hal jika Anda memahami peraturan dan memiliki bantuan yang memenuhi syarat. Inilah yang harus Anda lakukan untuk mendaftar dan memulai bisnis di Indonesia.

Langkah 1: Mendapatkan Akta Pendirian

Mengusulkan nama perusahaan

Pertama, peraturan Indonesia menyatakan bahwa nama perusahaan resmi harus terdiri dari setidaknya tiga kata yang berbeda. Ketiga kata yang berbeda ini harus dalam bahasa lokal untuk perusahaan lokal (PT Lokal), sedangkan untuk perusahaan asing (PT PMA) bisa dalam bahasa Inggris. Perlu diingat bahwa nama perusahaan resmi ini hanya untuk tujuan hukum sehingga Anda dapat memiliki nama lain yang berbeda untuk merek atau produk Anda.

Nama perusahaan dapat dipesan melalui notaris terdaftar.

Penyusunan Anggaran Dasar

Setelah Anda memilih nama perusahaan, notaris yang terdaftar akan menyusun anggaran dasar untuk perusahaan Anda. Menurut hukum Indonesia, dokumen ini akan terdiri dari:

  • Nama dan lokasi perusahaan Anda,
  • Tujuan dan aktivitas bisnis perusahaan Anda,
  • Rincian tentang jumlah modal Anda,
  • Jumlah dan nilai saham perusahaan Anda,
  • Jabatan, jumlah anggota, tata cara pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Komisaris Anda,
  • Metode dan lokasi untuk mengadakan rapat pemegang saham Anda, dan
  • Prosedur untuk menggunakan dan mendistribusikan keuntungan dan dividen perusahaan Anda.

Menyerahkan Akta Pendirian Anda

Selanjutnya, Anda perlu menandatangani Anggaran Dasar . Semua pemegang saham Anda perlu menandatangani dokumen di hadapan notaris. Jika pemegang saham tidak dapat hadir, mereka harus menggunakan surat kuasa yang diberikan oleh notaris.

Kemudian, notaris Anda akan menyerahkan Anggaran Dasar kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia untuk disetujui. Kementerian kemudian akan menerbitkan Akta Pendirian Anda; ini menandakan bahwa pemerintah telah mendaftarkan perusahaan Anda sebagai badan hukum.

Anda memerlukan dua dokumen ini – Anggaran Dasar dan Akta Pendirian Anda – untuk mengajukan izin lain dan nomor pendaftaran usaha.

Langkah 2: Mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan

Setelah Anda mendapatkan Akta Pendirian, Anda harus mengajukan NPWP perusahaan . Hal ini dapat dilakukan melalui sistem pajak online atau di kantor pajak .

Namun, harap diingat bahwa beberapa provinsi di Indonesia mungkin masih perlu mengajukan NPWP melalui kantor pajak setempat. Pemerintah akan mengirimkan NPWP asli Anda langsung ke alamat perusahaan Anda .

Sebelumnya, setelah Anda mendapatkan NPWP, Anda juga harus mendapatkan surat domisili dari pemerintah daerah. Namun, pemerintah daerah di Jakarta mengeluarkan peraturan baru pada Mei 2019 yang membuat surat domisili tidak diperlukan bagi perusahaan baru di kota ini.

Langkah 3: Mendapatkan Nomor Pendaftaran Bisnis

Pada tahun 2018, pemerintah Indonesia meluncurkan sistem Online Single Submission yang mempermudah langkah-langkah pendaftaran perusahaan lainnya. Dengan menggunakan sistem, Anda bisa mendapatkan sisa dokumen – yang saat ini dikenal sebagai nomor induk usaha (NIB) – sekaligus. Dokumen-dokumen ini meliputi:

  • Lisensi impor Anda (sebelumnya dikenal sebagai API-U),
  • Nomor Identifikasi Kepabeanan (sebelumnya dikenal sebagai NIK),
  • Nomor registrasi bisnis Anda (sebelumnya dikenal sebagai TDP)

Selain itu, Anda dapat mendaftarkan perusahaan Anda secara otomatis ke Sistem Jaminan Kesehatan dan Sosial (BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan) pemerintah.

Lisensi tambahan

Umumnya, perusahaan perdagangan dan jasa akan dapat memulai bisnis segera setelah ini. Namun, beberapa industri, seperti manufaktur dan perawatan kesehatan, akan memerlukan lisensi tambahan sebelum dapat beroperasi. Kegiatan bisnis di Indonesia bisa sangat bervariasi, oleh karena itu Anda harus berkonsultasi dengan profesional yang berpengalaman untuk mendiskusikan apa yang Anda butuhkan di sini.

Izin kerja seperti KITAS, ITAS, dan VITAS Anda perlu diajukan setelah perusahaan didirikan. Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang cara mendapatkan KITAS.

Bagaimana cara mendirikan kantor perwakilan (KPPA)?

Kantor perwakilan (RO), atau Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) dalam bahasa Indonesia, adalah cara yang lebih sederhana bagi orang asing untuk hadir di Indonesia. Namun, RO tidak diperbolehkan untuk tidak menghasilkan pendapatan dan hanya terbatas pada riset pasar dan kegiatan promosi.

Sebelum kamu memulai…

Aspek teknis sangat penting ketika memikirkan tentang pembentukan perusahaan Anda dan proses pendaftaran di Indonesia. Namun, hanya kepulauan ini sendiri yang memiliki perpaduan budaya termasuk banyak agama, berbagai kelompok etnis, dan orang Indonesia yang sangat bangga dengan warisan budaya mereka.

Sangat penting bagi Anda untuk melakukan validasi pasar dengan cukup ketat untuk mengetahui target pasar Anda, bagaimana mensegmentasikan mereka, dan bagaimana memposisikan perusahaan Anda sendiri kepada pelanggan Anda. Greenhouse menghubungkan Anda dengan penyedia layanan pra-penyaringan di lapangan yang akan sangat membantu saat Anda mendirikan perusahaan di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *