Pemimpin militan Indonesia tewas dalam baku tembak, kata polisi

JAKARTA: Pasukan keamanan Indonesia telah membunuh pemimpin kelompok militan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang memiliki hubungan dengan Negara Islam, kata polisi, Minggu (19 September).

Sebuah operasi gabungan oleh personel militer dan polisi menewaskan Ali Kalora dalam baku tembak di sebuah desa di pulau Sulawesi pada Sabtu sore, menurut sebuah pernyataan polisi.

Militan lain, Dilihat dariĀ  Berita Hari Ini yang diidentifikasi sebagai Jaka Ramadhan, juga dikenal sebagai Ikrima, juga ditembak mati, kata polisi, seraya menambahkan bahwa perburuan sedang dilakukan untuk empat anggota MIT lainnya.

Bahan peledak, senapan M16 dan dua parang ditemukan, bersama dengan bukti lain dari aktivitas militan, setelah serangan itu.

Kalora mengambil alih sebagai pemimpin MIT setelah pasukan keamanan membunuh kepala sebelumnya, Santoso, pada 2016.

Pihak berwenang percaya MIT berada di balik pembunuhan brutal terhadap empat penduduk desa di Sulawesi Tengah pada November 2020, meskipun kelompok itu tidak mengaku bertanggung jawab.

Mantan pemimpinnya Santoso pernah menjadi militan paling dicari di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Santoso adalah salah satu militan pertama di Indonesia yang berjanji setia kepada ISIS.

Ridwan Habib, seorang analis terorisme di Universitas Indonesia, mengatakan kelompok MIT yang berbasis di Sulawesi tidak mungkin selamat dari kematian pemimpinnya, meskipun ia menduga anggotanya yang buron akan terus memerangi pasukan keamanan.

“Bagian dari ideologi mereka adalah mencari kematian karena mereka percaya kematian akan membawa mereka ke surga. Dengan kematian pemimpin mereka, mereka juga akan mencari kematian,” katanya kepada Reuters. “Saya tidak yakin akan ada pembentukan kembali (MIT) atau pemimpin baru yang terpilih.”

Terkait:

Abu Bakar Bashir, ulama Indonesia yang terkait dengan bom Bali yang mematikan, dibebaskan dari penjara
Polisi bulan lalu menangkap 53 gerilyawan yang diduga merencanakan serangan pada hari kemerdekaan Indonesia .

Serangan militan Islam paling mematikan di negara itu terjadi di pulau wisata Bali pada tahun 2002, ketika pembom menewaskan 202 orang, kebanyakan dari mereka turis asing.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *